“Merdeka, Wirausaha, dan Perempuan Berdaya” Kolaborasi Pelatihan oleh Alfamart dan The Jannah Institute




Agustus merupakan bulan spesial, bagaimana tidak? di bulan ini setiap rumah dihiasi oleh umbul-umbul dan bendera berwarna merah-putih, tak lupa pula lampion-lampion, gelas aqua yang dicat merah-putih, lampu warna-warni, dan berbagai macam hiasan lainnya yang dirias begitu cantik mewarnai sepanjang jalan dan tempat-tempat umum di negara kita. Berbagai macam festival dan perlombaan, seperti gerak jalan, balap karung, makan kerupuk, lari kelereng dan lain-lain, juga tak kalah seru mengisi kegiatan di bulan agustus ini, yaa bulan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan tak kalah seru yang saya alami di bulan kemerdekaan ini, tepatnya tanggal 9 Agustus 2018 kemarin, adalah pelatihan pemberdayaan masyarakat khusus perempuan yang diselenggarakan oleh Alfamart dan The Jannah Institute di Cafe&Resto Faradisa. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Jember, berada di Jalan Kaliurang lingkungan Tiara Waterboom Park Jember. Posisi duduk di setting apik ala cafe-cafe dengan suasana yang nyaman, cute (ada hello kittynya) dan cozy. Selain itu, di bulan kemerdekaan ini, walaupun saya selalu mual-mual hamil muda di pagi hari, ajaibnya pagi ini begitu semangat berangkat di acara dan mualnya kurang terasa karena bertemu pemateri-pemateri yang keren dan peserta pelatihan yang tak kalah kece juga.


Tiara waterpartk, Faradisa Cafe

Peserta pelatihan yang kece tersebut merupakan perempuan-perempuan yang memiliki kiprah luar biasa di Jember. Para ibu dan perempuan muda ini tergabung dalam komunitas Kampung Recycle, Bank Sampah Sahabat Ibu dan Sekolah Alam Sabilul Huda, yang baru saya tahu ada komunitas semacam itu di Jember. Kagum, menurut saya, mereka adalah para perempuan berdaya yang benar-benar peduli dengan makna kemerdekaan sebenarnya. Saya sendiri bersama teman-teman hadir mendapatkan tugas dari sensei kita Mbak Prita HW untuk meliput acara sebagai komunitas blogger anyaran, sekaligus mendapat keistimewaan menjadi peserta pelatihan juga, hore! :D.

Sebelum materi dimulai, sekitar jam 9-an, Pak Yosia Andika Pakiding, Branch Manager Alfamart Jember, menyampaikan sepatah dua patah kata sambutan. Bapak yang aslinya dari Lumajang ini menjelaskan bahwa ada 13.500-an cabang Alfamart di Indonesia, baik itu di Jawa, Aceh, Menado dan Lombok serta membuka 2 cabang di Filiphina, di Jember sendiri terdapat 310 outlet. Menurut beliau, dengan mengadakan pelatihan semacam ini, harapannya kedepan agar Alfamart dekat dan selalu berada di hati masyarakat. Selanjutnya, sambutan beliau diakhiri dengan memperkenalkan para staff PT Sumber Alfaria Trijaya, nama perusahaan Alfamart, yang hadir dalam acara pelatihan ini. Salutnya, beliau ditemani oleh sang istri dan mengikuti acara sampai berakhir. Big Applause untuk Pak Yosia.


Dari Kanan Atas (P. Yosia, P.Bagus) Kanan Bawah (Mb, Dewi, Mb. Prita, B. Vina)

Alfamind

Pemateri pertama datang dari Alfamind Surabaya, P. Bagus Alfian. Loh kok Alfamind bukan Alfamart? Apa itu, saudaranya Alfamart kah? Hmm.. atau ada yang sudah tahu yaa.. hehe. Sini-sini saya bisikin :D. Alfamind ini merupakan virtual store dari Alfamart, salah satu strategi digital perpanjang tanganan Alfamart sebagai solusi belanja para kawula untuk semua kalangan di era yang serba online seperti saat ini. Menurut bapak yang ramah dan gemar bercanda di sela-sela materinya ini, Alfamind sudah melakukan soft opening di tahun 2016, disusul grand opening pada bulan November 2017, dan dilakukan grand launching di hotel Aryaduta Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Alfamind juga pernah memperoleh rekor MURI karena pencapaiannya sebagai toko virtual 3D pertama di indonesia, canggih kan! Jadi, saat kita mendowload dan aplikasi Alfamind dibuka di hape pintar kita, pengunjung mengalami momen seperti masuk ke toko sungguhan. Ada pelayan yang menyambut didepan toko, bisa memilih barang di etalase-etalase yang disediakan, bisa naik turun lift, juga bisa membolak balik barang yang akan dibeli, seru kan. Tanpa perlu kaki pegal, hemat ongkos transport, langsung deh barang bisa di depan mata!



Keuntungan lain dari Alfamind untuk kita, tidak hanya menjadi customer, kita juga bisa menjadi pemilik toko (store owner) dan berwirausaha melalui Alfamind. Tagline “Jualan gampang, Pasti untung” dari Alfamind ini bukan sembarang tagline, karena memang begitulah kenyataanya. Adapun beberapa kelebihan dari toko ritel virtual tersebut diantaranya, bisa buka store sendiri dengan modal minim, namun keuntungannya berlimpah dan bebas repot operasional serta didukung jaringan yang kuat dari Alfamart. Sehingga dengan modal ratusan ribu, tanpa harus punya barang dan mengelola stoknya, kita bisa berjualan, dapat untung dan tanpa ribet. Selain itu, kalau para ibu atau perempuan muda mampir ke Alfamart, pastinya ada berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari yang dijual di rak, Nah kalau di Alfamind lebih banyak lagi, ada BPJS & PLN, Pulsa dan paket data, aksesoris hape dan komputer, peralatan masak, peralatan makan, dekorasi rumah, pakaian, buku dan mainan koleksi anak, bahan-bahan pokok dan barang yang ada di rak Alfamart serta ribuan produk lainnya. Tawaran menggiurkan! baru bangun tidur, selesai masak, selesai mandiin bayi, selesai anterin anak ke sekolah, lagi istirahat siang di kantor, bisa sambil klik-klik buka hape buka aplikasi Alfamind, Wow, beneran merdeka nih, merdeka dengan memiliki usaha mandiri, juga merdeka untuk jualan apa aja, kapan saja, dimana saja!



Selain store owner, Alfamind juga membuka tangan bagi kita yang ingin menjadi mitra bisnis atau supplier syaratnya apa aja sih?
• Perusahaan (PT/ CV atau perseorangan)
• Lebih di utamakan produk UMKM
• Memiliki produk yang inovatif , unik, spesifik dan dapat dijual kembali
• Memiliki strategi marketing yang sejalan dengan Alfamind


Dengan menjadi supplier di Alfamind, tidak perlu ribet kirim barang, sudah ada tim logistik yang siap melayani para konsumen. Okan Corneliuspun turut andil sebagai supplier di Alfamind, menjual kasur busa lipat berkualitas dari Jepang. Nah kita kapan? :D Cukup punya alamat email, Hp beserta nomornya, dan Foto KTP, kita sudah bisa mendaftar dan bergabung di keluarga Alfamind.

Kerajinan Kreatif

Selanjutnya setelah dipersilahkan oleh host, pemateri kedua maju di depan para peserta sambil membawa satu tas besar, Mbak Dewi Uji namanya. Mbak yang berasal dari Kecamatan Balung ini merupakan founder Mayar Shopping, bisa di-kepo-in ya profilnya. Mbak Dewi lulusan jurnalistik, namun mengaku sejak dulu hobi membuat kerajinan tangan sendiri, ketemu daun, ranting, serbuk kayu, apapun itu, dia kreasikan menjadi suatu barang unik. Nah dari situlah, beliau menggembangkan passionnya menjadi ide wirausahanya. Order bisnis pertamanya dari semarang berupa undangan gulung yang dihias dengan daun waru, untuk order ini Mbak dewi mencari 400 daun waru! Kini, beliau sudah bisa mengirimkan hasil kerajianan tangannya di berbagai wilayah di Indonesia, di Pulau Jawa, Sumatera dan Papua. Untuk menjalankan bisnisnya, Mbak Dewi dibantu oleh dua karyawan tetap dan satu karyawan kondisional.


Mbak Dewi Membagikan Bahan Prakarya

Ohiya, saya cukup bertanya-tanya, tas besar apakah yang di bawa Mbak Dewi? Dan pertanyaan saya pun terpuaskan ketika ada kardus bekas, daun kering, kertas minyak, dan lem dikeluarkan dari tersebut. Wow, kita diajarin dan praktek membuat prakarya menggunakan bahan dari lingkungan sekitar yang biasanya kurang termanfaatkan! Seneng banget, bisa ngelem-ngelem, potong-potong daun, dan menyusun bahan-bahan itu hingga menjadi frame cantik! Selain kita boleh membawa hasil karya tersebut pulang, kita juga dapat frame cantik yang sudah di vernis dan dihias bunga kering dari kulit jagung, baiknya, makasih banyak Mbak Dewi. Inilah salah satu generasi muda pelopor pengisi kemerdekaan, bayangkan jika kita bisa lebih kreatif lagi, maka kita akan merdeka dari sampah dan barang tak termanfaatkan dan menyulapnya menjadi produk yang bernilai guna.


Hasil Kerajinan Tangan

Pemasaran Melalui Sosial Media

Ini nih yang ditunggu-tunggu, senpai kita, Mbak Prita HW, menyampaikan materi ketiga di acara ini. Sebagai social influencer, Mbak Prita menjelaskan mengenai tips ampuh promosi soft selling melalui blog dan medsos. Di era yang serba digital ini, rugi dong kalau kita tidak memanfaatkan sumber daya yang ada, hanya saja, apakah kita bisa menjadikan blog dan medsos menjadi alat marketing yang baik? Disinilah konsep soft selling sangat dibutuhkan. Intinya soft selling ini merupakan promosi secara halus, yang membuat costumer merasa tidak sedang dijuali, dengan cara mengikat emosinya terlebih dahulu agar nantinya tertarik dan merasa barang itu memang sedang dia butuhkan. Jika kita menjual dengan cara mengejar-ngejar customer, bukannya mereka akan membeli barang kita, namun mereka malah akan lari dan merasa seolah uangnya akan dirampas oleh penjual, Nah lho kabur deh!



Blog dan medsos (Facebook, Twitter, Instagram) memiliki keunggulan masing-masing apabila kita memanfaatkannya sebagai media dalam menjalankan soft selling. Tulisan di blog dapat meningkatkan engagement (interaksi) antar pembaca (calon customer/customer) untuk mengenal perusahaan lebih jauh. Blog berisi konten yang natural, bersifat informasi sehari-hari dan berujung soft selling, dengan begitu orang akan terus mengingat siapa dibalik si pembuat konten blog. Untuk medsos, kita dapat membuat status dan foto kekinian yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, selanjutnya bisa dikaitkan atau dibalut dengan promo. Dalam memanfaatkan medsos yang harus diperhatikan adalah fast response dengan begitu customer akan merasa diperhatikan dan puas, bahkan mereka dapat merekomendasikannya ke teman-temannya yang lain.

Berikut ada 6 tips untuk menciptakan konten ala Mbak Prita
1. Pikirkan konsep: Ide dasar pesannya apa
2. Usahakan Soft Selling : Balut dengan aktivitas sehari-hari
3. Menggambarkan Image : Paling tidak, ada benang merah antara image dan caption
4. Pakai bahasa sehari-hari : Hindari serius dan baku, tunjukkan ciri khas
5. Call to action : Ada kata2 interaktif berupa pertanyaan atau ajakan yang membuat orang berinteraksi

Selanjutnya ada juga tips membuat caption yang baik yaitu
1. Pembuka : aktivitas kita sedang apa
2. Masuk ke produk (inti yg mau disampaikan) : seolah-olah sedang bercerita
3. Closing : pesan atau call to action
4. Hashtag : yang unik atau yang umum (dua2nya)

Salam semangat ‘45 untuk menjalankan marketing ala soft selling melalui dunia maya!


Contoh Caption Soft Selling

Syarat Penerimaan Produk Penjualan

Di materi keempat, B. Vina manager marketing Alfamart Jember, menawarkan Penerimaan Produk Baru dari UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ingin menjual produknya di Alfamart. Berbagai macam produk lokal yang sudah di jual di Alfamart Jember diantaranya, Minyak Aladin, Air Munum Al-Qodiri, Kopi Arabika Kayumas, Prol Tape, Suwar-suwir dan Tape Manis Raja Madu. Jika teman-teman memiki usaha kue basah, telur segar yang siap stok setiap hari serta gula stik yang biasa dipakai di hotel bisa langsung menghubungi Bu Vina untuk menjadi mitra kerja Alfamart.

Produk- produk yang dapat ditawarkan untuk dijual di alfamart tentunya memiliki kriteria-kriteria tertentu diantaranya harus sesuai dengan segmen Alfamart, ketersediaan tempat untuk barang tersebut, seberapa besar potensi permintaan pasarnya, bagaimana trend penjualan barangnya, hingga dukungan atas ketersediaan barang tersebut. Jika sudah sesuai untuk syarat dan ketentuan sebagai supplier bisa langsung menghubungi pihak Alfamart


Kriteria Suplier Alfamart

Alhamdulillah, di akhir acara kita bisa merdeka dari rasa lapar :D dengan prasmanan yang disediakan oleh pihak Cafe dan Resto Faradisa. Sambil makan siang saya jadi berfikir, dalam pemaparan materi kali ini, bila di analogikan dengan makanan kemasan yang saya beli di Alfamart, seperti makanan yang punya wadah cantik, dengan isi dalamnya yang endeus banget, disertai desain produk yang menarik dilengkapi label halal yang aman dikonsumsi. Nahloh, kok bisa begitu?

Jadi, wadah cantiknya saya ibaratkan dengan materi pertama yaitu kita diberikan wadah berwirausaha, store virtual sendiri, dengan tempat yang sesuai dan menggiurkan yaitu di Alfamind. Isi dalamnya seperti materi kedua, kita diberi contoh dan diajari secara langsung membuat kerajianan kreatif dan unik yang laku di pasar wirausaha oleh Mbak Dewi Uji, pengusaha souvenir unik. Materi ketiga saya ibaratkan desain produk yang membuat mata konsumen bersinar dan berbintang untuk melirik sekaligus membeli produk tersebut yaitu dengan promosi soft selling ala Mbak Prita. Dan terakhir, maksud dari label halal, seperti yang dijelaskan oleh B.Vina, bahwa tidak sembarang barang bisa masuk dalam outlet Alfamart atau dalam dunia wirausaha pada umumnya, harus memenuhi syarat-syarat tertentu hingga halal dan laku keras untuk dijual, oke begitulah reportase dari saya, semoga bermanfaat dan terimakasih juga untuk oleh-oleh Goodie Bag-nya Alfamart!

Kemerdekaan yang kita miliki seharusnya bisa membawa kita menjadi bangsa yang lebih baik dan mandiri. Wirausaha merupakan salah satu cara untuk mandiri dan berdaya. Selain memiliki karir yang cemerlang sebagai ibu rumah tangga, perempuan juga bisa berdaya dan memiliki kiprah di masyarakat, salah satunya dengan berwirausaha atau menjadi enterpreneur, seperti Mbak Dewi misalnya. Dan keberadaan enterpreneur bisa sangat berjasa dalam mengisi kemerdekaan ini, karena dengan berwirausaha, kita juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat agar lebih sejahtera.

8 comments:

  1. MasyaAllah.. lengkap sekali mbak. Great! :)

    ReplyDelete
  2. Makasih Maria, Maria juga keren menggambarkan suasana pelatihannya.. :D

    ReplyDelete
  3. baru perdana juga nih baca tulisan Milla. Enak dibaca dan mengalir. Alfamart banyak kasi peluang ya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. nggih mbak, kalau nggak ada acara kmaren, nggak nulis2 ini.. 😅
      Maturnuwun sensei.. hihi jangan capek buat mbimbing sy terus nggih.. 😀

      Delete
  4. dek.. itu contoh soft selling apa rawon yang di eling2.. kalau pengen langsung deh ke jalan semanggi apa mau tak kancani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk.. ups ketauan.. 😲
      Yuk mayaa.. kita kulineran lagii, sama krucil2 juga boleh 😍

      Delete
  5. Wkwk gagal fokus pas Mbak Milla bilang ada hello kittynya di Cafe & Resto Faradisa. Jadi pengen lihat langsung.

    ReplyDelete
  6. Ada fotonya Mbak Ines, di gambar kedua yang judulnya Tiara Waterpark, Faradisa Cafe.. kuecil tapi, hehehe

    ReplyDelete

@templatesyard